ANALISIS PRINSIP KOMUNIKASI VERBAL DAN CHANNEL KOMUNIKASI NON VERBAL

PRINSIP PRINSIP KOMUNIKASI VERBAL

Proses komunikasi adalah dimana kita sebagai pembicara berusaha menyampaikan ide dan gagasan kita untuk mendapatkan respon atau umpan balik (feedback) dari gagasan yang kita berikan. Komunikasi verbal ialah komunikasi yang dilakukan dengan lisan (perkataan) ataupun dengan tulisan. Penggunaan komunikasi verbal sangat diperlukan, agar kita tidak salah menafsirkan statement yang kita terima. Dalam bukunya Communication in Our Lives, Julia T. Wood pernah mengemukakan, setidaknya ada tiga prinsip dalam komunikasi verbal yakni: ( 1 ) interpretasi menciptakan makna, ( 2 ) komunikasi adalah aturan yang dipandu, dan ( 3 ) penekanan memengaruhi makna.  Dalam mendapatkan makna komunikasi yang terjadi di dalam komunikasi yang terjadi salah satunya perlu mengetahui karakteristik dari teman bicara, diantaranya adalah bagaimana dan siapa dia, latar belakangnya dari tingkat pendidikan, keluarga, suku, agama, bahkan aliran politik dan partainya. Selain karakteristik, perlu juga menerapkan prinsip-prinsip komunikasi. Prisip komunikasi pada dasarnya merupakan penjabaran lebih jauh dari definisi atau hakikat komunikasi.

  1. Interpretasi Menciptakan Makna

Interpretasi adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama. Semisal pernyataan “Selamat, kamu hebat”. Makna kata-kata ini bisa secara tulus mengucapkan selamat, iri karena tidak mampu namun latah ikut-ikutan mengucapkan selamat, menyindir seseorang atau interpretasi lain. Setiap orang mampu mungucapkan secara verbal sebuah pesan, tetapi bisa jadi bermakna lain, tergantung siapa yang memberikan arti pesan itu. Jadi interpretasi menciptakan makna. Interpretasi seseorang atas sebuah pernyataan menciptakan makna berbeda.

 

Pada konteks ini kita bisa ambil contoh dari postingan artis luna maya di akun sosial media miliknya. “Im strong because I have been weak, Im fearless because I have been afraid im wise because I have been foolish,” postingan ini ramai dibicarakan karena hubungan asmaranya dengan Reino Barack.

 

Masyarakat meganggap hal ini merupakan ucapan penyesalan Luna pada Reino, yang dianggap tidak serius saat menjalin hubungan dengannya selam 5 tahun tersebut. Ada juga masyarakat yang mengartikan kalimat ini merupakan bukti tersirat bahwa Luna telah mengikhlaskan Reino dengan wanita lain atau kita bisa katakan ini merupakan pernyataan Luna bahwa ia telah sepenuhnya Move On dari masa lalunya.

 

  1. Komunikasi adalah Aturan yang Dipandu

Aturan komunikasi (communication rules) adalah pemahaman bersama terhadap makna komunikasi dan macam komunikasi yang cocok atau tidak sebagai situasi. Sebagian besar aturan tidak secara eksplisit atau dibangun dengan sengaja. Seperti remaja yang memiliki banyak bahasa rahasia. Ketika mereka mengatakan, “Ke perpus yuk?”, itu artinya teman itu mengajak untuk menonton bioskop. Dalam pergaulan teman sebaya, biasanya mereka akan mempunyai pemahaman bersama tentang makna komunikasi. Berkaitan dengan macam komunikasi yang cocok juga berada soal tempat dan situasi.

Ada dua aturan yang memandu komunikasi yakni aturan regulatif (regulative rules) dan aturan pokok (constitutive rules). Aturan regulatif meeinci kapan, bagaimana, dimana, dan dengan siapa harus berbicara mengenai hal-hal tertentu. Aturan pokok menjelaskan apa arti komunikasi dengan mengatakan pada kita bagaimana menilai jenis komunikasi tertentu.

Kapan. Seseorang berbicara dengan orang lain kadanga ada aturan kapan harus bergantian berbicara. Dalam konteks formal kita tidak bisa memotong pembicaraan sembarangan waktu (saat seminar atau mendengarkan khotbah jumat). Namun, seseorang bisa melakukannya jika itu pembicaraan informal, seperti ngopi bareng dengan teman sekelas.

Pada saat pembacaan berita berlangsung suasana hening dan tidak dapat di cut ketika kamera masih menyala.

Di mana. Polisi menerima laporan dari masyarakat bahwa ada aktivitas transaksi narkoba dan menjadi Penangkapan ridho roma berada di lobi hotel ibis di jakarta barat.

Bagaimana dan dengan siapa. Secara aturan, seorang bawahan sangat sulit untuk menginterupsi atasa, tetapi atasan dengan mudah dapat menginterupsi bawahan. Ini menyangkut bagaimana seseorang menempatkan diri dan kepada siapa ia berkomunikasi. Seseorang tidak akan terlalu terkena aturan ketat jika berbicara dengan sebaya, namun akan berbeda jika berkomunikasi dengan atasannya. Aturan regulatif di tempat kerja juga menentukan bagaimana berkomunikasinha dengan atasan atau bawahannya.

Jadi, seseorang berkomunikasi  secara verbal dipandu oleh aturan-aturan tertentu. Bahkan aturan-aturan tertentu itu bisa jadi tidak tertulis hanya karena kesepakatan atau kebiasaan yang berlaku umum dimana komunikasi itu berlangsung. Setiap komunitas mempunyai aturan-aturan tertentu yang tidak diketahui oleh komunitas yang lain. Aturan itu mencerminkan apa yang dia ucapkan, pilihan bahasa seperti apa, bagimana, ekspresinya dan dalam konteks apa pesan disampaikan. Sebagai contoh sidang yang dilakukan pengadilan untuk kasus ridho roma berlangsung lancar dan majelis hakim memutuskan untuk memvonis ridho roma penjara selama 10 bulan karena ridho roma terbukti bersalah menyalahgunakan obat-obatan terlarang namun tidak terbukti mengedarkan narkotika yang ia konsumsi.

  1. Penekanan Mempengaruhi Makna

Mengapa saat  seseorang menulis harus memakai tanda titik? Dalam kaidah bahasa tanda titik diartikan sebagai isyarat berhentinya kalimat. Tanda titik juga berarti menjelaskan dimana ide-ide kita mulai dan berhenti. Tanda titik itu bisa diartikan penekanan pada kalimat yang ditulis. Dengan kata lain, kita menekankan komunikasi untuk menciptakan makna, sama dengan tanda titik itu.

Salah satu ciri tertentu untuk memulai pembicaraan. Seseorang itu menekankan awal sebuah aktivitas yang menimbulkan makna tertentu. Saat seseorang mengucapkan “Assalamu’alaikum” setelah dia baru saja berdiri di atas podium, itu maknanya bukan akhir dari sebuah pembicaraan. Begitu juga saat orang dosen mengucapkan, “Sampai ketemu minggu depan” , lalu dia menutup buku atau mematikan laptopia menekankan akhir sebuah pembicaraan.

Bagaimana jika orang salah memahami makna penekanan? Tentu akan terjadi kesalahan interpretasi dalam komunikasi. Dengan kata lain, proses komunikasi tidak berjalan sebagaimana selayaknya. Misalnya ada seorang dosen yang ada didepan kelas membuka percakapan yang maknanya ingin memulai percakapan. Lalu, mahasiswa memaknai sebagai akhir pembicaraan, kemudian mahasiswa tersebut bergegas mau keluar ruangan. Apa yang terjadi? Mahasiswa itu akan dianggap aneh atau justru dianggap tidak menghormati dosen yang sedang akan memulai pembicaraan.

Penekanan memang sebuah kesepakatan umum komunitas, hal demikian sama dengan bahasa. Bahasa adalah kesepakatan komunitas masyarakat tertentu yang mengakibatkan adanya perbedaan makna antarkomunitas. Untuk menyebut batu (bahasa indonesia) , ada yang menyebut stone (bahasa inggris) , watu (bahasa jawa) dan lain-lain.

Penekanan dalam tulisan seperti tanda baca yang dipahami berbeda juga akan menimbulkan kekacauan. Misalnya seseorang sembarangan mengartikan bahwa tanda titik (.) itu bukan akhir kalimat, tetapi hanya jeda sementara sebagaimana tanda koma (,) . Kalimat yang disusunnya tentu saja akan kacau. Misal dalam konteks berita kasus ridho roma, presenter pada awal acara mengucapkan salam dan menyapa kepada seluruh pemirsa dengan penekanan yang berbeda, itu maknanya bukan akhir dari sebuah pembicaraan.

 

 

 

 

Channel Komunikasi Nonverbal

  1. Facial Display

Facial display memberikan banyak informasi disbanding channel lainya.sangat sulit untuk memberi pernyataan lebih tentang facial display, namun facial display memberi kan banyak hal dalam tiga kategori yaitu:

Identitas, wajah memeberikan banyak identitas (pengenalan) ketimbang bagian tubuh lainya seperti lengan, badan, kaki ataupun rambut. Bisa kita lihat juga bahwa dalam segal hal tentang pengenal baik itu kartu tanda pengenal atau saat perkenalan misalnya, yang kita liahat dan identifikasi untuk pertama kalinay ialah wajah.

Daya Tarik, dua property yang terlihat adalah symmetry dan proportionality. Symmetry antara bagian kanan dan kiri wajah anda, serta proportionality tentang large size sebuah fitur wajah. Dua hal tersebutlah yang berkontibusi dalam hal daya tarik sebuah wajah saat berkomunikasi.

Emosi, wajah memberikan  banyak informasi kepada kita tentang emosi seseorang, wajah menggambarkan sebagian besar emosi yang ada pada diri seseorang.

Dalam hal ini saya akan mengambil contoh yaitu kasus milik Tsania Marwa, saat sedang melakukan klarifikasi bebeberapa hari yang lalu, Tsania secara terbuka mengangkat kepalanya dan menunjukan wajahnya secara percaya diri kepada awak media. Hal ini mengartikan bahwa Tsania memang kuat dengan pendapatnya jika ia tidak salah.

  1. Eye Behavior

Karena terletak pada bagian yang sama yaitu wajah, ketika banyak orang yang membicarakan tentang eye behaviour maka yang pertama kali terfikirkan ialah kontak mata. Kontak mata sanagat memebrikan peran yang banayak dalam beberapa interaksi dalam sebuah hubungan. Kita menggunakan hal ini untuk mendapatkan sebuah kepercayaaan dan keikhlasan, kita gunakan untuk menarik minat orang lain , atau dalm hal lain kita bisa katakana untuk memberi perhatian bahwa kita tertarik dengan cerita yang dilontarkan.juga bisa gidunakan untuk mengintimidasi seorang dalam situasi etentu agar kita menjadi lebih dominan terhadap seseorang. Kontak mata memberikan banyak pesan yang penting bagi kelangsungan sebuah pecakapan.

Pada pemberitaan mengenai ridho roma yang terkena kasus narkoba terlihat jelas sorotan mata sang presenter menandakan keseriusan dalam penyampaian berita, tetapi tetap dengan pembawaan dan gerakan yang santai.

  1. Movement And Gesture

Fikirkan tentang bagaimana berbedanya saat anda dan teman anda berjalan, ketika anda merasa percaya diri, anda memposisikan kepada anda ke atas, berjalan dengan lembut dan dengan jalur yang konsisten.cara anda berjalan, cara anda mengangkat kan kepala mengkomunikasikan banyak pesan tentang dirimu kepada orang lain.

Dalam berita mengenai kasus yang menimpa ridho roma, presenter saat menyampaikan cenderung diam dan bersikap tenang dengan tangan yang digerakkan sesuai intonasi penyampaian berita, kadang sesekali juga presenter menggoyangkan badan kekiri kekanan secara halus.

  1. Touch Behavior

Sentuhan merupakan hal pertama dari lima sense untuk dikembangkan. Sentuhan memiliki berbagai makna untuk dikembangkan. Namun juga menjadi hal yang sangat sulit untuk di idetifikasi.

Dalam hal touch behaviour contohnya adalah  saat pernikahan syahrini dan reino barack diselenggarakan. Tepatnya pada saat jumpa pers setelah pelaksanaan pernikahan syahrini. Dalam jumpa pers tersebut syahrini selalu menggenggam tangan sang suami yan dalam hal ini kita bisa mengartikan bahwa syahrini memiliki ikatan kuat dan rasa percaya diri yang kuat dengan hubungan mereka. Dalam hal ini juga bisa diartiakn bahwa syahrini mungkin merasa gugup sehingga memegang tangan sang suami adalah cara untuk meredam kegugupanya.

  1. Vocal Behavior

Masing masing orang memiliki ciri tersendiri dalam suara, ada yang memiliki suara lantang, berat dan nyaring. Kadang kita berbicara dengan sangat lantang saat kita sedang senang, kita berbicara dengan sangat pelan saat kita dalam sebuah masalah.

Ada beberapa aspek dalam mengidentifikasi suatau pesan dalm sebuah vocal behaviour diantaranya ialah :

Pitch, pitch dari suara seorang adalah sebuah indeks dari tinngi atau dalamnya suara anda bisa terdengar . dalam suatu hal seorang perempuan memiliki pitch yang lebih tinggi dari seorang laki lakiseperti halnya seorang yang lebih tua memiliki suara yang berat ketimbang anak anak.

Pelafalan, pelafalan menggambarkan bagaiman anda membawa komunikasi tesebut kea rah yang lebih formal atau kea rah yang lebih santai.

Selain hal hal diatas juga ada hal lain yang harus di perhatikan yaitu seperti artikulasi, aksen, volume, irama dan penyaringan kata yang di gunakan.

  1. Physical Appearance

Penampilan sedikit banyak mengartikan karakter yang dimiliki oleh seseorang, terkadang penampilan banyak memberikan persepsi bagi sebagian orang.

Banyak yang dapat dijadikan contoh dalam hal ini. Seorang artis yang memilih gaya hidupnya serba glamour karena ia ingin semua orang tahu bahwa apa yang ia kenakan adalah hasil dari usahanya, jerih payahnya dan bukan suatu hal yang memalukan untuk diumbar.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nurudin. 2016. Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

Floyd Kory, communication maaters, Mc Graw Hill, New York. 2011


Tinggalkan komentar