Analisis Hambatan Komunikasi Dalam Sinetron
“Tukang Ojek Pengkolan”
- Gambaran Umum Sinetron Tukang Ojek Pengkolan
Sinetron tukang ojek pengkolan merupakan sinetro yang berasal dari indonesia dengan aliran/gaya drama dan komedi. Tayangan di stasiun televisi RCTI setiap sore pukul 17.00 sampai 18.00 WIB, pada hari senin sampai jumat. Sinetron tukang ojek pengkolan ini diproduksi oleh MNC Pictures yang dirilis pada tanggal 27 april 2015. Sinetron ini awalnya di kontrak hanya untuk 60 episode saja. Namun, sejalan dengan perkembangan, makin bagusnya respon penonton dan meningkatnya rating tayangan, serial ini berkembang menjadi 100, 200, 300, 500, bahkan sampai sekarang sudah menjadi 1000 epidose lebih.
Tukang ojek pengkolan bercerita tentang kehidupan rumah tangga dalam lingkungan masyarakat yang berlatar di sebuah kampung yang bernama Rawa Bebek di daerah Tanah Abang tepat di belakang gedung-gedung tinggi pencakar langit. Utamanya pada sinetron ini mengangkat kehidupan tiga orang tukang ojek konvensional, di tengah maraknya kemajuan teknologi yang menjadikan bisnis antar jemput penumpang ini sudah banyak yang berbasis online.
- Jenis-Jenis Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menghalangi atau mengganggu tercapainya komunikasi yang efektif. Hambatan komunikasi dapat mempersulit dalam mengirim pesan yang jelas, mempersulit pemahaman terhadap pesan yang dikirimkan, serta mempersulit dalam memberikan umpan balik yang sesuai. Secara garis besar, terdapat 4 (empat) jenis hambatan komunikasi yaitu hambatan personal, hambatan fisik, hambatan kultural atau budaya, serta hambatan lingkungan.
- Hambatan personal
Hambatan personal merupakan hambatan yang terjadi pada peserta komunikasi, baik komunikator maupun komunikan/komunikate. Hambatan personal dalam komunikasi meliputi sikap, emosi, stereotyping, prasangka, bias, dan lain-lain.
- Hambatan kultural atau budaya
Komunikasi yang kita lakukan dengan orang yang memiliki kebudayaan dan latar belakang yang berbeda mengandung arti bahwa kita harus memahami perbedaan dalam hal nilai-nilai, kepercayaan, dan sikap yang dipegang oleh orang lain. Hambatan kultural atau budaya mencakup bahasa, kepercayan dan keyakinan. Hambatan bahasa terjadi ketika orang yang berkomunikasi tidak menggunakan bahasa yang sama, atau tidak memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang sama.
Hambatan juga dapat terjadi ketika kita menggunakan tingkat berbahasa yang tidak sesuai atau ketika kita menggunakan jargon atau bahasa “slang” atau “prokem” atau “alay” yang tidak dipahami oleh satu atau lebih orang yang diajak berkomunikasi. Hal lain yang turut memberikan kontribusi terjadinya hambatan bahasa adalah situasi dimana percakapan terjadi dan bidang pengalaman ataupun kerangka referensi yang dimiliki oleh peserta komunikasi mengenai hal yang menjadi topik pembicaraan.
- Hambatan fisik
Beberapa gangguan fisik dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Hambatan fisik komunikasi mencakup panggilan telepon, jarak antar individu, dan radio. Hambatan fisik ini pada umumnya dapat diatasi.
- Hambatan lingkungan
Tidak semua hambatan komunikasi disebabkan oleh manusia sebagai peserta komunikasi. Terdapat beberapa faktor lingkungan yang turut mempengaruhi proses komunikasi yang efektif. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat mengalami rintangan yang dipicu oleh faktor lingkungan yaitu latar belakang fisik atau situasi dimana komunikasi terjadi. Hambatan lingkungan ini mencakup tingkat aktifitas, tingkat kenyamanan, gangguan, serta waktu.
- Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
- Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
- Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
- Mendengar
- Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
- Menilai sumber
- Persepsi yang berbeda
- Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
- Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
- Pengaruh emosi
Menurut sifatnya, gangguan komunikasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu gangguan mekanik dan gangguan semantik.
- Gangguan mekanik yaitu gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. Contohnya adalah gangguan sudara ganda (interferensi) pesawat radio yang disebabkan oleh dua pemancar yang berdempetan; gambar meliuk-liuk yang berubah-ubah pada layar televisi, huruf/gambar pada infocus tidak jelas, kebisingan kendaraan dijalan raya, atau halaman yang robek pada surat kabar.
- Gangguan semantik. Gangguan jenis ini berkaitan dengan makna dari pesan tersebut. Gangguan semantik biasanya ditimbulkan saat penggunaan bahasa. Contohnya secara denotatif semua orang akan setuju, bahwa anjing adalah binatang berbulu, berkaki empat. Secara konotatif banyak yang menganggap anjing sebagai binatang piaraan yang setia, bersahabat dan panjang ingatan. Tetapi untuk sebagian lainnya, perkataan anjing mengkonotasikan binatang yang menakutkan dan berbahaya
- Uraian Analisis
Dari episode 1697-1700 yang tayang pada 5&7 april 2019, terdapat beberapa hambatan komunikasi yang terjadi. Hambatan dari tiap scene serta part yaitu:
- Scene pertama pada episode 1697 part 1
Ibu yuni datang ke warung bu Yati untuk mengajak bu Yati membeli mainan bayi, namun pak Eko (suami bu Yati) tidak mau ditinggal. Akhirnya bu Yati menolak ajakan bu Yuni kemudian bu Yati kecewa dan marah karena ajakannya ditolak. Reaksi bu Yati yang marah adalah hambatan komunikasi personal karena emosi berlebihan setelah mendapat jawaban atau feedback dari komunikan.
- Scene kedua pada episode 1697 part 1
Ada dua laki-laki yang hendak bertamu ke rumah Trisna, awalnya mereka mengetuk pintu dengan normal, namun karena tidak dibuka-buka pintunya mereka mengetuk pintunya dengan keras dan terkesan menggedor-nggedor. Mereka juga mneriakkan nama Trisna dengan keras. Namun tetap saja tidak ada sahutan dari pemilik rumah.
- Scene ketiga pada episode 1697 part 1
Saat adegan berboncengan motor di tengah jalan raya yang ramai. Antara pengemudi dan penumpang mengeraskan volume suara ketika menyampaikan pesan karena suara mereka tertutup dengan bisingnya kendaraan lain, sudah tentu hal ini masuk ke dalam Hambatan fisik.
- Scene keempat pada episode 1697 part 1
Saat adegan di dalam kamar tidur terdapat kakak adik duduk bersama di atas kasur. Sang adik dengan semangat berkeluh kesah tentang asmaranya sedangkan sang kakak sibuk membaca buku dan mengabaikan adiknya. Sang adik pun merasa jengkel karena diabaikan oleh sang kakak. Dalam hal ini No Feed back terjadi, karena seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia.
- Scene kelima pada episode 1700 part 6
Saat adegan sang ibu menemani anak laki-lakinya belajar bahasa inggris. Sang ibu berniat membantu mengerjakan soal bahasa inggris anaknya, saat sang ibu membaca soal yang terdapat kata “Welome” sang ibu mengartikan itu “kaset kaki” karena tulisan tersebut sering dijumpai di kaset kaki depan pintu masuk rumah. Kemudiaan sang anak membenarkan arti yang benar adalah selamat datang.
Dalam hal ini Hambatan kultural atau budaya terjadi, karena orang yang berkomunikasi tidak menggunakan bahasa yang sama, atau tidak memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Apriliani, Fenty. 2017. Hambatan Komunikasi. Jurnal. Ilmu.org
Falletehan, Dama Paundra. 2016. Hambatan Komunikasi Dalam Film “Yours Truly” (Analisis Semiotika Mengenai Hambatan Komunikasi Yang Terdapat Dalam Film “Yours Truly”). Flow. Vol 2
Egananto, Singgih. 2018. Analisi Narasi Sinetron Tukang Ojek Pengkolan Di RCTI Dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya Dan Nilai-Nilai Keislaman. KPI. Fakultas Ilmu Dakwah dan ilmu komunikasi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
