- PENGERTIAN MAKKIY DAN MADANIY
Kata al-Makkiyah dan al-Madaniy merupakan penisbatan terhadap kedua nama kota besar di Saudi Arabiah, yaitu “Mekkah dan Madinah”. Kedua kata tersebut telah dimasuki oleh “ya” sehingga menjadi al-Makkiyah dan al-Madaniyah. Secara harfiah, al-makkiyah berarti yang bersifat Mekkah atau yang berasal dari Mekkah, sedangkan al-Madaniyah berarti yang bersifat Madinah atau yang berasal dari Madinah. Secara istilah terjadi perbedaan di kalangan ulama dalam menerjemahkan pengertian al-Makkiyah dan al-Madaniyah ini, diantaranya sebagai berikut :
Menurut Imam az-Zarkasy mendefinisikan al-Makkiyah dan al-Madaniyah dengan 3 pengertian. Pertama, pengertian yang berkonotasikan pada tempat bahwa al-Makkiy adalah surat atau ayat yang diturunkan di Mekkah dan sekitarnya, sedangkan al-Madany adalah surat atau ayat yang diturunkan di Madinah dan sekitarnya. Kedua, al-Makkiy adalah surat atau ayat yang turun kepada Nabi sebelum hijrah, sedangkan al-Madany adalah surat atau ayat yang turun kepada Nabi setelah hijrah walaupun turunnya di Mekkah. Ketiga, al-Makky adalah ayat – ayat yang di-khitab-kan kepada penduduk Mekkah, sedangkan al-Madany adalah ayat – ayat yang di-khitab-kan kepada penduduk madinah. Dari ketiga definisi yang di kemukakan Imam az-Zarkasy, ia lebih mengutamakan definisi yang kedua, karena menurutnya definisi kedua ini lebih popular di kalangan para ulama. Pendapat Imam az-Zarkasy ini dikuatkan lagi oleh Imam as-Sayuthi dalam bukunya al-itqhan fi Ulum Al-Qur’an.
- CIRI – CIRI AYAT ATAU SURAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Ciri – ciri ayat atau surat al-Makkiyah dan al-Madaniyah memang tidak di bahas secara detail di dalam al-Qur’an itu sendiri melainkan merupakan hasil dari fungsi tarjih (pencarian pendapat yang lebih kuat), dengan itu bisa diperoleh probabilitas yang lebih kuat diantara dua kemungkinan yang terdapat dalam ayat – ayat dan suratt – surat, yang ketentuannya tidak memiliki nash dan riwayat yang shahih, baik secara matan maupun sanad. Juga tidak pula berkaitan dengan peristiwa sejarah yang mashyur yang bisa dijadikan ciri khas baginya.Namun tetap terdapat ciri- ciri tematik yang berupa pembahasan dalam ayat Makkiyah dan Madaniyah tersebut.Ayat Madaniyah membahas tentang hukum – hukum perang, ketetapan undang – undang Negara, hak – hak politik dan hal – hal lainnya. Dan ayat – ayat Makkiyah yang menekankan pada penanaman akidah dan seruan tauhid pada umumnya surat – surat madaniyah mengggunakan ungkapan yang sejuk, pembentukan misi atau (risalah), perincian hukum – hukum, ayatnya panjang – panjang dan berisi seruan untuk menerapkan hukum syara’ sedangkan ayat – ayat Makkiyah memiliki kekuatan tekanan dalam pembicaraan, gaya bahasa, dan ayatnya yang pendek – pendek. Berikut ini merupakan karakteristik gaya pengungkapan (uslup) pada surat – surat Makkiyah dan Madaniyah.
Pertama karakteristik yang terdapat pada surat Makkiyah :
- Seruan untuk berpegang pada akhlak – akhlak luhur dan perbuatan baik.
- Banyak menggunakan ungkapan : ya ayyuha al-nas dan jarang menggunakan ungkapan: ya ayyuha al-ladzina amanu.
- Banyak kisah – kisah para nabi dan umat, kisah adam dan iblis.
- Banyaknya sumpah demi Allah, demi hari akhir, demi hari kebaangkitan, demi al-Qur’an dan sebagainya (2)
- Bantahan terhadap kaum musyrikin, penegatsan tentang batilnya akidah mereka, dan pembuktian terhadap kesempitan otak mereka.
Kedua karakteristik yang terdapat pada surat Madaniyah (3):
- Penentangan terhadap ahl al-kitab dan seruan kepada mereka untuk menghilangkan sikap berlebih – lebihan dalam agama mereka.
- Menjelaskan dalil dalil dan bukti – bukti kebenaran agama.
- Berbicara mengenai orang – orang yang munafik, mengungkapkan kedudukan dan ancaman mereka.
- Banyak menyebutkan tentang jihad, pemberian izin untuk berperang, dan penjelasan hukum – hukumnya.
- Penjelasan – penjelasan hukum had, fara’idh, hak – hak, bagian – bagian waris, undang- undang politik, ekonomi, perjanjian – perjanjian dan arsip – arsip Negara.
- CARA MENGETAHUI AYAT ATAU SURAT MAKKIY DAN MADANIY
Dalam mengetahui ayat atau surat Makkiyah dan Madaniyah sebenarnya tidak bisa di ketahui secara pasti karena studi Makkiy adalah studi sejarah, studi sirah, dan studi tentang kejadian tertentu yang memerlukan penyaksian langsung oleh karena itu tidak ada jalan lain yang dapat membantu di dalam memahami ayat – ayat mana saja yang terbilang Makkiy dan Madaniy, kecuali riwayat dari para sahabat Rasulllah karena merekalah yang mengikuti perjalanan hidup Rasulullah baik di Mekah maupun di Madinah.dari segi sumbernya, Makkiyah dan Madaniyah sama saja dengan sabab nuzul, artinya Makkiyah maupun Madaniyah hanya dapat diketahui melalui riwayat demi riwayat yang di turunkan secara estafet dari satu generasi ke generasi berikutnya sebelum kemudian di buku kan.(4)
Namun para ulama mengklasifikasikan ayat Al-Qur’an berdasarkan :
- Menentukan berdasarkan tempat turunnya ayat. Bila ayat turun di Mekah dan sekitarnya seperti Mina, Arofah, dan Hudaibiya, sekalipun turun setelah hijrah di namakan ayat Makiyyah. Sebaliknya, jika ayat turun di Madinah dan sekitarnya seperti Uhud dan Sila maka disebut ayat Madaniyah.
- Menentukannya berdasarkan khitbhab (objek penerima) ayat. Bila ayat diturunkan teruntuk penduduk Mekah, baik turun di Mekah atau di Madinah, baik sebelum dan sesuudah hijrah, disebut ayat Makiyyah. Sebaliknya jika ayat tersebut di tunjukkan kepada penduduk Madinah, baik turun di Mekkah maupun Madinah, baik sebelum atau sesudah hijrah, tetap di sebut ayat Madaniyyah
- Menentukannya berdasarkan waktu sebelum dan sesudah hijrah. Jika ayat turun sebelum hijrah maka disebut ayat Makkiyah. Sebaliknya, jika ayat turu sesudah hijrah maka disebut ayat Madaniyah.
Pendapat yang dianggap paling paling konprehensif dan sempurna (jami’ dan manik’) adalah pendapat ketiga karena mencakup semua definisi yang di ungkapkan mazhab utama dan kedua.
Adapun sebagian ulama yang menyimpulkan bahwa hanya ada dua cara untuk mengetahui ayat – ayat Makkiy dan Madaniy yaitu dengan cara Syima’ (mendengar riwayat dari sahabat dan tabiin) dan Qiyas (analogy). yaitu :
- Syima
Yang di maksud dengan Syima adalah riwayat yang di nukil dari Nabi SAW. Dan sahabat yang melihat proses penurunan al-Qur’an.
- Qiyas
Yang di maksud Qiyas disini adalah Ciri – ciri umum yang mendominasi ayat – ayat Makkiyah dan Madaniyyah.Untuk menentukan ciri ciri tersebut para ulama menganalisisnya melalui penelitian induktif (istiqra’). (5)
- CONTOH SURAT YANG TERGOLONG DALAM MAKKIY DAN MADANIY
Para ulama berbeda pendapat dalam menghitung jumlah surat Madaniyah. Suyuthi telah mengutip dari Ibnu Al-Hashshar, bahwa Madaniyah terdiri atas 20 surat,12 surat di perselisihkan dan lainnya Makkiy (Suyuthi, I,1343/1370:11).
- Surat – surat yang tergolong Madaniy
Sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa surat Madaniyah terdiri atas dua puluh surat, maka yang perlu diketahui disini adalah surat apa saja yang termasuk di dalamnya.
- Al Baqarah Al hadid
- Ali Imran Al mujadillah
- An nisa Al hasyar
- Al maiddah Al mumtahanah
- Al anfal Al jumah
- At taubah Al munafiqun
- An nur At thalaq
- Al ahzab At tahrim
- Muhammad An nashr
- Al fath Al hujjarat
- Surat – surat yang di perselisihkan ada 12 antara lain :
- Al fatihah Al qadr
- Ar rat Al bayyinah
- Ar rahman Al zilzalah
- As shaf Al ikhlas
- At taughabun Al falaq
- At tahfif An nas
- Surat – surat Makkiy
Sedangkan yang di maksud dengan surat Makkiy adalah selain surat – surat yang disebutkan diatas berjumlah 82 surat.
- KEISTIMEWAAN SURAT MAKKIY DAN MADANIY
- Keistimweaan Surah Makkiy
- Pembekalan alquran dalam jiwa berupa ajakan beribadah (menyembah kepada Allah) yang maha Esa, beriman kepada Risalah nabi Muhammad, kepada hari akhir. Juga pembatalan keyakinan keyakinan paganisme jahili, penyembahan selain Allah, serta pemunculan hujjah-hujjah dan bukti-bukti.
- Penetapan dasar-dasar ibadah dan muamalah (pidana), etika, keutamaan keutamaan umum. Diwajibkanya sholat lima waktu dan juga diharamkanya memakan harta nak yatim secara zalim, sebagaimana sifat takabur dan sifat angkuh juga dilarang, dan lain lain.
- Perhatian terhadap rincian kisah para nabi dan ummat ummmat terdahulu, penjelasan tentang ajakan para nabi terdahuu yang berupa aqidah- aqidah, sikapa –sikap umat mereka, tentang azab azab di dunia yang turun kepada pendusta sebagai balasan kepada dusta dusta mereka. Dikemukakanya pembatalan hujjah mereka terhadap wahyu yng turun kepada pendududk Mekkah, dengan keharusan mengambil pelajaran dari mereka. Dalam hal ini terbuka juga untuk aqidah isalam yang benar.
- Pendeknya surat surat dan ayat ayat yang dibarengi dengan kuatnya pilihan diksi dan peristiwa yang dihadirkan dalam kalimat. Ringksanya umgkapan disertai dengan sempurnanya makna dan keindahanya. Hal ini dikarenakan bahwa masyarakat mekkah adalah orang orang yang keras kepala dan sombong, tidak mau mendengarkan alquran, bahkan apabila Rasul mulai membaca alquran mereka berteriak teriak, sebagai mana dikisahkan Allah (QS.Fushilat :26)
- Keistimewaan Surat Madaniy
- Alqurana berbicara kepada masyarakat Islam Madinah, pada umumnya berisi tentang penetapan hokum hokum syariah, ibadah dan muamalah, sanksi sanksi dan kewajiban kewajiban,hokum jihad, dal lain lain.
- Didalam masyarakat Madinah tumbuh sekelompok orang orang munafiq, lalu alquran membicarakan sifat sifat merekan dan menguak rahasia mereka. Alqurana menjelaskan bahaya mereka terhadap islam dan kaum muslimin.Di Mekah tidak terdapat orang orang munafiq, karena saat itu ummat islam sedikit, lemah, sementara orang orang kafir secara terang terangan memerangi mereka.
- Diantara oang orang islam di madinah, hiduplah sekelompok ahli kitab bangsa Yahudi. Mereka selalu melakukan perbuatan licik, memeperdaya islam, dan pemeluknya. Maka Alquran di Madinah memebeberkan rahasia rahasia mereka dan membatalakan keyakinan mereka.Alquran juga menguak penyimpangan mereka terhadap agamanya sendiri, dan menjelaskan kesalahan kesalahan aqidah aqidah mereka dan mengajak mereka kepada islam dengan argumentasi, bukti clain dalil.
- Pada umumnya, ayat ayat dan surat suratnya panjang dan untuk menggambarkan luasnya aqidah dan hukum hukum islam. Orang orang Madinah adalah orang orang islam, yang menerima dan mendengarkan alquran mereka diam,di atas kepala mereka seolah ada seekor burung, Keadaan ini bukan merupakan perlawanan dan penentangan, yang memebutuhkan adanya keringkasan ayat. Namun ia berada di suatu tempat dimana terjadi sikap menerima dan sikapa mengakui yang sesuai dengan perluasan kata dan keindahan bahasa.
- F. MANFAAT MEMEPELAJARI MAKKY DAN MADANY
- Kita dapat membedakan dan mengetahui ayat ayat yang mansukh dan nasikh. Yakni apabila terdapat dua ayat atau lebih mengenai suatu masalah, sedangkan hukum yang terkandung di dalam ayat ayat itu bertentangan.Kemudian dapat diketahui, bahwa ayat yang satu Makiyyah sedang ayat lainnya madaniyyah maka sudah tentu ayat yang makkiyah itulah yang dinasakh oleh ayat yang Madaniyah, karena ayat yang Madaniyah adalah yang terakhir turunya.
- Kita dapat mengetahui sejarah hokum islam dan perkembanganya yang bijaksana secara umum. Dengan demikian kita dapat meningkatkan keyakinan kita terhadap ketinggian kebijaksanaan islam di dalam mendididk manusia baik secara perorangan maupun masyarakat.
3. Dapat meningkatkan keyainan kita terhadap kebesaran, kesucian dan keaslian alquran, karena melihat besarnya perhatian umat islam sejak terunya, terhadap hal hal yang berhubungan dengan alquran, smapai hal hal yang sedetail detailnya, sehingga mengetahui mana ayat ayat yang turun sebelum hijrah dan sesudahnya, ayat ayat yang diturunkan pada waktu nabi berada di kota tempat tinggalnay dan ayat ayat yang turun pada waktu beprgian ayat ayat yang turun pada waktu malam hari dan siang hari dan ayat ayta yang turun pada musim panas dan musim dingin dan sebagaianya.
